Kamis, 19 Oktober 2017

Kulihat

Kulihat petani membungkuk bercocok tanam
Dengan muka yang datar
Tapi penuh semangat
Sejuk Bersandar diantara pepohonan
Terlihat senang dan bahagia

Kulihat orang menanam pondasi megah diatas tanah
Di dekat pemukiman
Duduk diatas kursi berputar
Terlihat bahagia dan merasa istimewa

Tumbuhan hilang dapat kembali ditanami
Dinding batu sulit untuk digantikan
Aku tak menyalahkan
Hanya saja desaku semakin menakutkan dan terancam

Tanah sudah hampir tak terlihat
Tanamanpun bingung mencari ruang untuk akarnya
Saluran air terhimpit sampah orang2 bodoh
Terlebih semakin pekat menghitam diiringi bau busuk menyengat

Selasa, 03 Oktober 2017

Negeri Khayalan

Aku tinggal di Negeri Khayalan yang tak tahu dimana adanya

Dulu Orang-orang menangis
Karena ditunjuk untuk menjadi pemimpin
Sekarang Orang-orang berpesta sebelum menjadi pemimpin

Dulu Orang bisa kebal
karena Sakti
Sekarang orang kebal
karena Kekuasaan

Dulu Negeriku pandai bermusyawarah
Sekarang Pandai berdebat

Dulu Negeriku banyak perkampungan
Sekarang banyak cerobong asap berserakan

Dulu kebutuhan tinggal menanam dan menunggu panen
Sekarang harus berhutang dan berjuang

Dulu Negeriku berkecukupan
Dulu Negeriku Tanah impian orang
Sekarang sudah menjadi impian orang

Negeri khayalanku bukan Negeri kalian
Ini imajinasi pikiran

Senin, 02 Oktober 2017

Lelah Saat Hujan

Lelahku di malam ini
Suara bertabrakan daun yang berbisik
Seolah mengantarku untuk tertidur

Seketika genting rumahku berbunyi ramai
Tercium aroma tanah yang khas terhembus angin
Sisa guyuran hujan pertama di bulan ini

Rasanaya aku tak ingun tertidur
Aku masih ingin suasana ini
Suatu saat aku akan rindu