Jumat, 22 September 2017

Muak

Apa yang kau lihat?
Pakaianku memang tak sebanding dengan pakaian yang kau kenakan
Tapi pikiranku lebih bebas untuk berkelana

Apa yang kau ributkan?
Aku memang gelandangan
Tapi aku tak pernah mengkhianati teman

Apalagi yang kau bisikan?
Ucapanku memang tak sesopan ucapanmu
Tapi aku malu untuk berdusta

Aku muak ....
Belum tentu aku kaum lusuh yang terbuang jika tidak ada kemunafikan kalian

Bumiku Tua

Bening menjadi kecokelatan
Hijau yang mulai menguning
Seakan burung tak ingin untuk singgah

Putih yang berubah menjadi kelabu
Dan biru yang mulai tampak sedih untuk di pandang
Bukti langit mendung tercemar asap jahanam

Panik dalam hati
Rusuh mengingat runtuh
Sementara masih saja mengoyak kekhawatiran

Mungkin jika mampu memilih
Bumi pun enggan untuk di huni
Agar tak perlu lagi merintih

Senin, 11 September 2017

Runtuh Dan Menghilang

Tembok yang dulu gagah berdiri
Tiang yang kokoh menopang
runtuh karena pondasi tak terurus
runtuh karena cat yang kusam
sebagian lagi retak dan sudah lapuk

Untuk apa kau tahan beratnya reruntuhan
biarkan terjatuh dan melebur menyatu dengan tanah
agar perlahan ditutupi lumut dan rumput yang hijau
biarkan.. hingga nanti tak terlihat

Dia

Deru angin beriring embun
membasahi cerita yang terlewati
masih saja terngiang di kepalaku ketika kau sambut aku dengan senyumanmu

oh Tuhan apakah dia yang ku cari
kurasakan dia begitu tulus mendekap tanganku
walau tak mau sembari ku sedikit menolak
karena ku belum siap untuk mengulangi

Aku belum siap untuk sakit hati lagi
Aku belum siap untuk menjaga ketulusanaya
biarkan ketulusannya  hanya untuk orang yang terbaik untuknya
karena pecundang ini masih terbelenggu dengan masa lalunya

17/09/16

Minggu, 10 September 2017

Kebohonganmu Agar Kau Bahagia

Aku tak penuh meletakan apa yang ku inginkan saat dahulu kamu kembali
kepura-puranmu aku mengerti kamu hanya ingin kebahagiaan dariku

ucapan demi ucapan kebohongan kamu ceritakan agar aku perhatikanmu untuk buatmu bahagia
rasanya tak perlu aku ungkit suatu kebohongan demi kebohongan yang kamu ucapkan
dan mungkin kamu pun mengetahui bahwa aku menyadarinya

aku mengenalmu bukan sebatas umur nyamuk
aku mengenalmu seandai separuh dari ingatanku
aku hanya cukup berpura-pura diam meskipun dalam hati aku tahu
karena yang aku pikirkan hanyalah kebahagiaanmu

ketika seseorang yang aku Cintai mempunyai kesempatan bahagia bersamaku
walau dalam kebohongan
meskipun aku tahu tidak akan bertahan lama
aku tahu kebohonganmu agar kamu bahagia

03/6/17

Sabtu, 09 September 2017

Teman Malam

Bertiupnya angin malam
Dingin sampai merasuk sukma
Menarik hawa semakin terasa
Ajakan sang malam untuk menemani

Ku duduk di suatu tempat
Menemani kau malam menjelang pagi
Yang slalu membawa kenangan
Tentang cinta ,masa kecil dan kegelisahan

Bawalah dalam keheningan menyejukkan
Aku menikmati saat saat ini
Mungkin gelapmu dapat mengobati
Dan lukisan bintang dan bulan melengkapi

14/08/16

Kamis, 07 September 2017

Tenang

Hijau melambai di bawah teduhnya kubersantai
Di saat itu aku jenuh
Ingin merasakan puncak ketinggian
Tak apa sebentar hanya ingin sedikit tenang

Kususuri jalan setapak menuju impian
Begitu mudahnya keluar dari Zona nyaman
Biarkan aku berjalan
Biarkan untuk tenang

Senin, 04 September 2017

Aku Kenang

Aku terlalu berharap hingga aku kecewa
Walaupun aku tak dapat menatapmu lagi
Tapi Aku cukup bahagia
memilikimu hanya dalam Tulisan
Dalam Sunyi yang ku anggap ketenangan
Malam yang ku anggap sandaran
Perlahan aku kenang
Dari awal kita bertatapan, hingga bergandengan
Sampai pada do'a ku yang belum terkabul oleh Tuhan

Pundakku tak lagi untukmu
Air matamu tak dapat lagi aku basuh dengan menghiburmu
Hangatnya pelukan dan suara bisikan cintamu tak dapat lagi aku rasakan
Biarkan penaku mulai merangkai
Biarkan aku sejenak mengenang
Biarkan sampai aku bosan dan mulai tenang